Takaran Konsumsi Micin Agar Tak Bikin Bodoh

Micin atau MSG telah lama digunakan sebagai bahan penyedap masakan dan snack di berbagai negara. Namun, di sisi lain, konsumsi micin berlebihan seringkali dituding bisa membuat seseorang kecanduan dan bodoh. Lantas, adakah batasan konsumsi micin yang aman?

Apa itu MSG?

Monosodium Glutamat (MSG) atau yang lebih umum dikenal sebagai micin adalah zat aditif yang berasal dari asam amino glutamate, yang merupakan asam amino non-essensial yang berarti dapat diproduksi sendiri oleh tubuh.

Mengapa MSG identik dengan efek buruknya terhadap kesehatan?

Hal ini diawali dengan sebuat surat yang dipublikasikan oleh New England Journal of Medicine pada tahun 1968  yang mempertanyakan efek negatif MSG terhadap kesehatan. Setelah mengonsumsi makanan Cina-Amerika, seorang dokter menceritakan efek negatif yang dialami setelah mengonsumsi makanan tersebut, seperti nyeri kepala, kulit yang kemerahan, dan berkeringat. Dia pun menyoroti MSG sebagai salah satu penyebab potensial dari reaksi tersebut. Topik ini semakin marak dibicarakan pada akhir tahun 1960-an dan lebih dikenal dengan nama “Chinese Restaurant Syndrome”. Meskipun begitu, belum ada penelitian yang membuktikan hubungan antara MSG dengan gejala-gejala tersebut pada manusia.

Efek MSG terhadap Kesehatan

Otak manusia menggunakan asam glutamate sebagai neurotransmitter yang berguna untuk sarana komunikasi dengan mengirimkan sinyal antar sel-sel saraf. Beberapa orang mengklaim bahwa MSG dapat menyebabkan kadar glutamat yang berlebihan pada otak sehingga menyebabkan stimulasi sel-sel saraf yang berlebihan hingga menyebabkan kerusakan atau menjadi bodoh. Hal ini bisa terjadi jika kita mengonsumsi MSG dalam jumlah yang terlalu besar. Penelitian juga membuktikan konsumsi MSG dalam jumlah besar bisa meningkatkan kadar darah sebesar 556 persen. Selain itu, riset 2011 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Nutrition juga menemukan, individu yang mengonsumsi MSG dalam jumlah tinggi lebih rentan terhadap obesitas.

Berdasarkan penelitian selama empat puluh tahun terakhir, diduga ada juga sebagian orang yang memiliki sensitivitas atau alergi terhadap MSG. Memang, tingkat sensitivitas orang terhadap MSG berbeda-beda, sehingga keluhan yang dirasakan juga dapat berbeda-beda. Pada beberapa penelitian gejala pada orang dengan alergi MSG setelah mengonsumsi MSG antara lain pusing, otot terasa tegang, kesemutan, dan wajah memerah. Sehingga, orang-orang dengan alergi MSG haru mengurangi takaran konsumsi MSG atau menggantinya dengan alternatif MSG.

Meskipun demikian MSG masih dikategorikan sebagai bahan makanan yang aman digunakan oleh beberapa organisasi dan pemerintah, seperti World Health Organization (WHO), U.S Food and Drug Administration, dan juga Kementerian Kesehatan RI.

Takaran MSG yang Dianjurkan

Di Indonesia, pengaturan penggunaan MSG dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia. Hal ini diatur dalam Peraturan Kepala BPOM RI N0. 23 Tahun 2013 mengenai batas maksimum penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) penguat rasa.

MSG merupakan salah satu BTP yang batas maksimum penggunaannya adalah secukupnya atau dengan ADI (Acceptable Daily Intake) MSG not specified. Hal ini karena fungsi MSG sebagai penguat rasa akan terbatas dengan sendirinya, di mana hanya diperlukan 0.03 – 0.04 persen dari berat yang dibutuhkan untuk menciptakan rasa umami atau gurih, dan jika lebih dari itu malah akan merusak cita makanan itu sendiri. Di seluruh dunia termasuk Indonesia mengadopsi ketentuan dikeluarkan oleh CAC (Codex Alimentarius Commission) dan mengacu pada hasil studi ilmiah oleh JECFA (The Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Addictives).

Beberapa ahli menyampaikan bahwa penggunaan micin yang aman yaitu 10 miligram per kilogram berat badan per hari. Sehingga jika berat badan #WargaSehat 60 kilogram, maka penggunaan yang aman yaitu 6 gram yang jika dikoversikan kurang lebih 1 sendok teh saja.

Jika #WargaSehat memiliki alergi terhadap MSG atau tetap ingin mengurangi konsumsi MSG, sebenarnya ada beberapa jenis makanan pengganti yang mampu dapat menciptakan rasa umami atau gurih secara alami:

  • Tomat
  • Kecap asin
  • Jamur
  • Sawi putih
  • Kecap ikan
  • Rumput laut
  • Buah Zaitun

Pemakaian MSG akan tetap aman selama dikonsumsi dalam takaran secukupnya sambil selalu memperhatikan gizi makanan yang ingin dikonsumsi agar seimbang. Dengan begitu, kesehatan tubuh kita akan tetap terjaga, termasuk kecerdasan kita ya #WargaSehat!


Notice: Trying to get property 'post_type' of non-object in /home/u1363483/public_html/wp-content/plugins/guest-author/guest-author.php on line 674

Notice: Trying to get property 'ID' of non-object in /home/u1363483/public_html/wp-content/plugins/guest-author/guest-author.php on line 304

Notice: Trying to get property 'post_type' of non-object in /home/u1363483/public_html/wp-content/plugins/guest-author/guest-author.php on line 674

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Shopping Cart