Vitiligo: Penyakit Apa Sih, Sebenarnya?

Hari Vitiligo Sedunia diperingati setiap tanggal 25 Juni setiap tahunnya. Vitiligo merupakan penyakit yang disebabkan oleh peristiwa autoimun, melibatkan faktor genetik maupun non genetik yang berinteraksi dengan sel melanosit kulit (yang berfungsi menghasilkan pigmen pada kulit) mengakibatkan hilangnya pigmen / depigmentasi pada beberapa bagian kulit.

Vitiligo bukan merupakan penyakit yang membahayakan nyawa, tetapi sangat memengaruhi psikologis dan kualitas hidup penderitanya. Karena ketidaktahuan masyarakat awam terhadap penyakit ini, banyak yang memberikan stigma pada penderita, yang paling sering adalah menghakimi penyakit ini akibat terkena kutukan ataupun sihir. Hal ini jelas berpengaruh terhadap kepercayaan diri orang dengan vitiligo dan berakibat terlambatnya mengunjungi dokter untuk melakukan pengobatan. 

Secara epidemiologi, vitiligo lebih banyak terjadi pada ras kulit gelap, pertama kali muncul 50% pada usia 10-30, dengan rasio kejadian pada perempuan dan laki-laki hampir sama. Faktor yang memengaruhi terjadinya vitiligo antara lain:

  1. Faktor genetik:
    • Sebanyak >30% penderita vitiligo dilaporkan memiliki orang tua / saudara / anak yang mengalami vitiligo. 
    • Kelainan autoimun yang berhubungan dengan gen HLA kelas I dan II, PTPN22, LPP, NALP1, dan TYR.
    • Kerusakan mitokondria yang memengaruhi pembentukan sel melanosit kulit.
  2. Faktor non genetik
    • Tekanan emosional yang berat, seperti kehilangan orang yang dicintai, kehilangan pekerjaan, perceraian, dll.
    • Kasus vitiligo dapat berhubungan dengan riwayat penyakit tiroid, anemia pernisiosa, dan diabetes melitus.
    • Paparan zat kimia yang bersifat melanositoksik seperti agen pemutih.

Vitiligo dibedakan menurut luasnya kelainan yang terjadi, antara lain:

  1. Fokal: persebaran depigmentasi terbatas pada satu lokasi. 
  2. Segmental: terdapat satu atau beberapa depigmentasi yang tersebar di satu sisi tubuh.
  3. Generalisata: depigmentasi tersebar ke seluruh tubuh. Lokasi tersering antara lain bagian mata, sekitar mulut, jari-jari tangan, siku, lutut, punggung, dan area selangkangan. 

Tata laksana vitiligo meliputi: 

  • Penggunaan tabir surya

Dikarenakan berkurangnya melanosit yang berfungsi melindungi kulit dari sinar matahari, penggunaan tabir surya pada orang dengan vitiligo dibutuhkan untuk mencegah kulit terbakar sinar matahari. Tabir surya dengan SPF >30 dapat menjadi pilihan. 

  • Menutupi dengan kosmetik

Penggunaan kosmetik atau make up dapat menyamarkan warna bagian kulit yang kehilangan pigmen. 

  • Repigmentasi

Repigmentasi adalah upaya mengembalikan pigmen kulit dengan beberapa metode yang dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin, antara lain:

  • Pemberian kortikosteroid

Dapat diberikan pada tipe fokal atau segmental. Keberhasilan pengobatan ditandai dengan munculnya bintik-bintik warna pigmen kulit. 

  • Psoralen dan UVA (PUVA)

Merupakan kombinasi obat psoralen yang diminum dan terapi cahaya ultraviolet A. Terapi PUVA dapat memicu pembentukan sel melanosit pada bagian kulit yang mengalami depigmentasi.

  • Narrow band UVB

Narrowband UVB dapat diberikan pada tipe generalisata. Digunakan untuk menstimulasi pembentukan sel melanosit yang terdapat pada lapisan luar helai rambut. 

  • Pembedahan

Pembedahan dengan teknik minigrafting bertujuan mengambil kulit dari bagian tubuh yang normal untuk menggantikan kulit yang kehilangan pigmen. Hal ini dapat dilakukan pada tipe vitiligo segmental yang stabil.

  • Depigmentasi

Depigmentasi dilakukan pada tipe vitiligo generalisata apabila upaya pengobatan lain tidak berhasil. Depigmentasi adalah upaya pemutihan seluruh tubuh agar pasien mendapatkan warna kulit yang sama. Vitiligo adalah suatu penyakit yang memerlukan pengobatan secara rutin dan membutuhkan dukungan dari orang terdekat. Apabila Anda mendapati diri sendiri atau orang lain dengan vitiligo, silahkan lakukan pemeriksaan ke dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat. 


Notice: Trying to get property 'post_type' of non-object in /home/u1363483/public_html/wp-content/plugins/guest-author/guest-author.php on line 698

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart